Minggu, 28 Oktober 2018

Indonesia Bisa Tingkatkan Minat Baca

Indonesia merupakan salah satu negara dengan minat baca rendah, seperti yang disampaikan UNESCO. Tidak tanggung-tanggung, pada data tahun 2012, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut menyatakan bahwa minat baca di Indonesia hanya 0,01 persen. Dengan presentase segitu, Indonesia menempati urutan nomor dua terendah, dari 61 negara lainnya yang disurvey.
Tahun 2014, World Wide Foundation mengeluarkan Open Data Barometer, yang melakukan penilaian serta pelaporan global terhadap 115 negara di dunia dalam menerapkan prinsip tolak ukur dan inisiatif keterbukaan data.
Ketika Open Data Barometer, perlahan-lahan mulai menyusul. Dari posisi 52 (2014), 36 (2015), 40 (2016), dan 38 (2017). Tetapi, dengan hasil seperti ini pun, Indonesia dinilai masih sangat lambat dalam meraih ranking. Penigkatan terlihat cukup baik bagi Indonesia di tingkat kesiapan (readiness) dan dampak yang dihasilkan (impact).

Sumber: Satu Data Indonesia

Meningkatkan literasi di Indonesia sendiri memang cukup sulit, hal ini didukung dengan hasil statistik minat baca yang dibandingkan dengan data statistik penonton televisi. Dalam data tersebut dengan jelas menyatakan bahwa masyarakat Indonesia jauh lebih suka menonton televisi ketimbang membaca majalah maupun surat kabar.

Sumber: Satu Data Indonesia

Dengan adanya fakta-fakta tersebut, bukan berarti literasi di Indonesia kalah. Di Indonesia sendiri, Kepulauan Riau menempati urutan pertama dengan minat baca tertinggi di Indonesia dengan 94,01%. Diikui dengan DKI Jakarta 93,10% lalu kemudian Bali 92,44%.

Sumber: Satu Data Indonesia

Sumber: ytimg.com

Perlahan namun pasti, Indonesia berusaha memperbaiki hal ini. upaya-upaya dalam peningkatan minat baca pun ditempuh. Seperti dengan melakukan gerakan nasional gemar membaca dan kunjungan perpustakaan, mobil perpustakaan keliling, dan perpustakaan terapung. Tak kalah membanggakan lagi, Indonesia juga merenovasi perpustakaan nasional menjadi sangat megah, lebih besar dan lebih lengkap fasilitasnya. Perpusnas yang dulunya hanya memiliki tiga lantai, kini sudag di upgrade menjadi 27 lantai plus basement, yang kemudian juga di klaim menjadi gedung perpustakaan tertinggi di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indonesia Bisa Tingkatkan Minat Baca

Indonesia merupakan salah satu negara dengan minat baca rendah, seperti yang disampaikan UNESCO. Tidak tanggung-tanggung, pada data tahun 2...